Rabu, 15 April 2020

IAD-IBD-ISD (Manusia sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat)



MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

       
Logo UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) - Psikolif

Dosen Pengampu :
Baiti Rahmawati, M.Sos
          Penyusun:
Fellin Meylinda Viviana     (B04219013)
Fia Al Islamiyyah                (B04219014)
Fiqsal Maulana A.               (B04219015)

D1
           PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
          FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
         UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL    
           SURABAYA
          2020



KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran pada kami dalam menyelesaikan tugas denga tepat waktu.
Makalah ini membahas tentang    Individu,Keluarga dan Masyarakat. Di dalam pembahasan tersebut berisikan mengenai pengertian, macam - macam, faktor-faktor, ayat , bentuk-bentuk, ciri-ciri, dan contoh yang berkaitan dengan manusia sebagai individu, manusia sebagai keluarga serta manusia sebagai masyarakat.
Terima kasih kami ucapkan yang sebesar – besarnya kepada teman – teman kami yang telah membantu memberikan semangat dan kepada Bapak Robert yang telah membukakan pintu perpustakaan dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore sehingga dapat membantu kami dalam mencari berbagai macam referensi untuk penulisan pada tugas makalah kami ini.Serta tidak lupa juga kepada Ibu Baiti Rahmawati selaku dosen mata kuliah ilmu alamiah dasar,ilmu sosial dasar dan ilmu budaya dasar yang telah membimbing.mengarahkan kami dalam menyelesaikan tugas mata kuliah ini dengan tepat.          
Bagaimanapun dalam penulisan maklah ini jika terdapat sebuah kesalahan maupun kekurangan maka kami mohon maaf yang sebesar – besarnya dan tidak lupa kami meminta saran atau pun masukan mengenai tugas makalah ini agar kedepannya makalah kami  bisa lebih baik.



DAFTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................1
Daftar Isi....................................................................................3
  1. Manusia Sebagai Individu
1.      Pengertian Individu..................................................5
2.      Aspek Kepribadian Individu....................................7
3.      Faktor Pertumbuhan Individu................................10
4.      Tahap Pertumbuhan Individu.................................13
  1. Manusia Sebagai Keluarga
1.      Pengertian Keluarga...............................................18
2.      Macam Fungsi Keluarga........................................19
  1. Manusia Sebagai Masyarakat
1.      Pengertian Masyarakat...........................................27
2.      Unsur dalam Masyarakat.......................................30
3.      Bentuk – Bentuk Masyarakat.................................34
4.      Tingkatan dalam Masyarakat.............................35
5.      Faktor dalam Masyarakat...................................36
6.      Tugas Manusia Sebagai Masyarakat......................37
7.      Tafsir Surah At-Taubah Ayat 71.......................38
Daftar Pustaka...................................................................40




INDIVIDU
A.         Manusia Sebagai Individu
1.      Pengertian  Individu
     Kata “individu“ berasal dari kata latin yakni individiuum ( in = tidak, devide = terbagi ) yang memiliki arti “ yang tak terbagi “, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas,individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perorangan sehingga sering disebut dengan “orang seorang“ atau “ manusia perorangan “.[1]
   Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani,unsur fisik dan psikis,serta unsur raga dan jiwa yang satu sama lainnya tidak dapat dipisahkan. Seseorang dikatakan sebagai makhluk individu yaitu manakala unsur – unsur tersebut menyatu dalam dirinya.
    Individu dalam hal ini juga memiliki suatu perbedaan manusia perseorangan dengan lainnya bukan hanya disebabkan oleh pembawaan saja akan tetapi juga melalui konteks dengan dunia yang telah memiliki sejarah dengan peradabannya seperti bahasa, agama, budaya, adat – isti adat, kebiasaan, norma, dan ilmu pengetahuan. Semua aspek tersebutlah yang akan dilalui oleh setiap individu untuk menuju kedewasaan atau kematangannya  serta hal tersebut akan diikuti oleh generasi – generasi berikutnya, oleh karena itu tidak  heran jika tiap individu yang satu berbeda dengan individu yang lainnya.
 Tidak  hanya  itu  saja, manusia juga memiliki suatu  karakteristik  yang khas dari  seseorang biasanya disebut dengan “kepribadian”. Setiap orang memiliki suatu  kepribadian  yang  berbeda – beda  yang  dapat dipengaruhi oleh faktor bawaan dan  faktor  lingkungan yang saling berinteraksi  secara  berkelanjutan.Menurut  Sumaatmadja, mengemukakan bahwasanya kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu sebagai hasil interaksi antara  potensi – potensi  yang  terbawa  sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan.[2] Wujud kepribadian  seseorang  bisa  dilihat  melalui  tindakan  atau perbuatannya dan reaksi mental psikologisnya di lingkungan sekitarnya.
2.    Adapula  aspek–aspek  kepribadian menurut Abin Syamsuddin, mengemukakan sebagai berikut :
A.    Karakter   : Konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku,konsisten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
B.     Tempramen : Cepat lambatnya reaksi seseorang terhadap rangsangan – rangsangan yang datang dari lingkungan.
C.     Sikap : Perilaku seseorang terhadap objek yang bersifat positif ataukah negatif.
D.    Stabilitas emosi : Suatu Kadar kestabilan reaksi emosional tiap individu terhadap rangsangan dari lingkungan.Misalnya mudah tidaknya seseorang tersinggung, marah, sedih, atau putus asa.
E.     Responsibilitas atau tanggung jawab : Kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Misalnya tidak melarikan diri dari resiko yang dihadapi.
     Manusia dikatakan menjadi makhluk individu apabila pola tingkah lakunya sudah bersifat spesifik atau didalam tindakan - tindakannya telah menjurus kepada kepentingan pribadi dan bukan lagi mengikuti  tingkah laku yang umum. Sebaliknya, apabila di dalam tindakan – tindakannya terdapat suatu hubungan dengan manusia lainnya maka manusia tersebut dikatakan sebagai makhluk sosial.
     Pengalaman menunjukan atau bahkan dapat dijadikan  suatu  teori  untuk  melihat  tingkat  individu dalam masyarakat seperti “jika seseorang pengabdiannya kepada dirinya sendiri besar, maka pengabdiannya kepada masyarakat kecil.Akan tetapi, jika seseorang pengadiannya kepada dirinya  sendiri kecil  maka pengabdiannya kepada masyarakat akan semakin besar.”Dengan demikian seseorang tersebut bisa dikatakan termasuk kedalam golongan  individual atau ke golongan  sosial.
   Dalam kenyataan hidup di tengah – tengah masyarakat, setiap warga masyarakat yang wajar adalah menyesuaikan tingkah lakunya menurut situasi aktual yang dihayatinya, mengadaptasikan dengan situasi lingkungan dimana ia berada. Peranan yang paling tepat ialah jika ia mampu bertindak multi peranan, peranan silih berganti, ia harus mampu memerankan diri sebagai individu dan juga sebagai anggota masyarakat.
    Dalam arti sosial sebuah keberhasilan seseorang dalam mempertemukan titik optimum yang berbeda yakni peran individu dan peran sosial disebut seseorang telah sampai pada tingkat “matang” atau “ dewasa”.Tingkat “matang” atau “dewasa” dalam arti sosial disini tidaklah diukur melalui tingkat usia,tinggi besarnya fisik,melainkan dilihat melalui tingkat cara berfikir seseorang itu sendiri apakah cara berfikir seseorang tersebut berfikir secara dewasa ataukah secara kanak – kanak.[3]
3.    Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dalam tiap individu ,diantaranya :
A.       Pendirian Nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwasanya suatu pertumbuhan individu itu semata–mata ditentukan oleh faktor yang dibawa sejak lahir.Para ahli dari golongan ini juga menunjukkan berbagai kemiripan  antara orang tua dengan anaknya.[4]
Contoh : Seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni dan lukis maka kemungkinan besar kelak anaknya juga akan mempunyai hal yang sama seperti ayahnya tersebut yakni menjadi seorang pelukis.
Akan tetapi,hal tersebut akan menimbulkan keragu-raguan apakah kesamaan yang ada antara orang tua dan anaknya benar-benar disebabkan oleh pembawaan sejak lahir ataukah mungkin karena adanya fasilitas-fasilitas atau hal-hal lain yang dapat memberikan dorongan lain untuk menuju ke arah yang lebih baik dan maju.
B.   Pendirian Emperistik dan Environmentalistik
  Pendirian ini berlawanan atau menolak mengenai  pendapat nativistik dikarenakan menurut dari para ahli lain berpendapat,bahwa suatu pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak dibicarakan bukan bakat yang ia miliki.Apabila konsepsi ini dapat tahan uji (benar) akan dihasilkan manusia-manusia ideal asalkan dapat disediakan kondisi yang dibutuhkan untuk usaha itu sendiri.Akan tetapi,dalam kenyataannya sangat banyak kita jumpai di lingkungan sekitar kita.
Contoh :
Banyak diantara anak - anak orang kaya atau orang pandai yang selalu mengecewakan orang tuanya, dikarenakan tidak berhasil dalam belajarnya walaupun fasilitas yang diperlukan telah tersedia secara lengkap.Namun sebaliknya,pada anak-anak dari orang tua yang kurang mampu lebih sangat berhasil dalam belajar walaupun fasilitas belajar yang dimiliki sangatlah minim jauh dari mencukupi.
 Menurut faham ini di dalam pertumbuhan individu itu baik dari segi bakat ataupun lingkungan,kedua-duanya sangat memegang peranan penting. Bakat sebagai kemungkinan ada pada masing-masing individu namun bakat yang dimiliki itu perlu diserasikan dengan lingkungan yang dapat tumbuh dengan baik.
Contoh : Pada  anak  normal  yang  memiliki bakat ingin berdiri tegak dengan kedua  kakinya dan jika anak tersebut diasuh dalam lingkungan manusia kemungkinan anak tersebut akan bisa berdiri tegak dengan kedua kakinya secara baik dan normal.Akan tetapi, apabila anak yang normal tersebut kebetulan terlantar atau dilantarkan di sebuah hutan kemudian anak tersebut diasuh oleh serigala kemungkinan anak tersebut akan meniru tindakan dari serigala itu sendiri dan tidak dapat berdiri tegak pada kedua kakinya serta anak tersebut akan merangkak seperti halnya serigala yang mengasuhnya.
4.    Tahap – tahapan pertumbuhan individu berdasarkan psikologi diantaranya :
A.     Masa Vital
    Pada masa ini  pertama kali tiap individu mengenal alat pencernaan yakni mulut dikarenakan saat itu tiap individu masih belum bisa merasakan makanan yang enak atau tidak,termasuk khususnya individu yang masih berusia  sekitar 2 tahun. Namun, pada tahun kedua anak mulai belajar berjalan dan menguasai ruang yang ada disekitarnya.
B.        Masa Estetik
    Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan yang  berupa rasa keindahan. Sebenarnya  kata estetik diartikan bahwa pada masa pertumbuhan ini anak mengenal fungsi pancainderanya.Dalam masa ini juga sudah mulai munculnya gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara mulai dari usia 3 tahun sampai umur 5 tahun.Anak sering menentang kehendak orang tua dengan menggunakan kata - kata kasar,selalu sengaja ataupun tidak disengaja untuk melakukan perilaku melanggar apa yang dilarang maupun tindakan yang seharusnya tidak dilakukan. Misalnya seperti anak yang sukanya memukul temannya jika ia ingin sesuatu,anak yang sukanya mengusil temannya,dan lain sebagainya.Hal yang demikian itu  dilakukannya  bukan  karena dia keras kepala melainkan hanya karena ingin mengalami dan ingin  menyaksikan   akibatnya serta hal  tersebut  juga  dikarenakan  kesalahan dari orang tua yang kurang memahami tata cara mendidik maupun menasehati anaknya seperti kurangnya mengajarkan keadilan, kurangnya mengajarkan  rasa  kasih  sayang sesama orang lain, terlalu memanjakan anak, fokus pada hal negatif, dan lain sebagainya.Lalu bagaimana sikap kita dalam menghadapi anak yang sedang mengalami masa kegoncangan ini yaitu yang paling bijaksana mengambil jalan tengah dengan tidak terlalu menekan dan tidak terlalu manjakan anak yang berlebihan.
C.        Masa Intelektual
   Pada masa ini mulai usia dari 7 tahun sampai kira – kira usia 13 atau 14 tahun. Pada masa ini juga  merupakan masa keserasian bersekolah. Masa ini merupakan masa yang matang untuk dididik daripada masa - masa sebelumnya dan sesudahnya. Ada beberapa sifat khas pada anak-anak pada masa ini antara lain :
1.      Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.
2.      Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal maka soal tersebut dianggap sudah tidak penting.
3.      Senang membanding – bandingkan dirinya dengan anak lain.
D.       Masa Sosial
        Pada masa ini mulai dari usia 13 tahun atau 14 tahun sampai kira-kira usia 18 tahun sampai  30 tahun.Pada masa ini juga sudah mulai mampu mengambil keputusan, mampu memimpin,dan mampu menyesuaikan diri.Tiap individu akan mengalami perubahan secara perlahan demi sikap hidup yang idealistik ke sikap hidup yang realistik.Dengan adanya uraian ini diharapkan adanya suatu pemahaman mengenai manusia sebagai individu.”Manusia merupakan makhluk individual tidak hanya dalam arti bahwa tiap-tiapindividu merupakan pribadi yang khas.”
        Individu tidak  akan  jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar keberadaannya. Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi.[5]





KELUARGA
B.            Manusia Sebagai Keluarga
1.      Pengertian  Keluarga
   Keluarga merupakan salah satu kelompok primer yang paling penting di dalam lingkungan masyarakat. Keluarga sendiri merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan antara laki – laki dan wanita.Perhubungan itu sedikit banyak berlangsung lama untuk mendiptakan dan membesarkan anak – anak. Jadi, keluarga dalam bentuk yang murni ialah satu kesatuan sosial yang terdiri dari suami – istri dan anak – anak yang masih belum dewasa.[6]
Menurut Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwasanya keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial,dan berkehendak bersama –sama memperteguh gabungaan itu untuk memuliakan masing- masing anggotanya.
2.      Macam – macam fungsi keluarga diataranya :
A.   Fungsi Biologis
      Dengan fungsi perkawinan ini akan terjadi proses kelangsungan keturunan serta dapat mewujudkan suatu bentuk kehidupan rumah tangga yang baik dan harmonis.Kebaikan rumah tangga ini dapat membawa pengaruh yang baik bagi kehidupan bermasyarakat.
B.  Fungsi Pemeliharaan
     Dengan fungsi ini keluarga harus siaga melindungi keluarganya dari berbagai macam penyakit dan selalu menjaga kesehatan  dari masing – masing keluarganya.

C.  Fungsi Ekonomi
     Dengan fungsi ini keluarga harus bisa menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan baik itu kebutuhan sandang,pangan,maupun papan dengan sebaik mungkin.
D.  Fungsi keagamaan
     Dengan fungsi ini,keluarga harus mampu mendalami tentang ajaran – ajaran agama sebaik mungkin serta mengamalkannya di dalam lingkungan keluarganya  ataupun di lingkungan masyarakat.
E.   Fungsi Sosial
     Dengan fungsi ini, keluarga sendiri harus bisa mengajarkan kepada anak-anknya kelak mengenai bersosialisasi di lingkungan keluarga khususnya dilingkungan masyarakat sendiri seperti mengajarkan kepada anak – anaknya mengenai sopan santun,cara bertingkah laku,cara berbicara kepada orang lain khususnya kepada yang lebih tua,dan lain sebagainya.
     Pembentukan suatu kepribadian dalam lingkungan keluarga, para orang tua meletakkan dasar – dasar kepribadian kepada anak – anaknya supaya menjadikan anak cucu kedepannya menjadi pribadi yang unggul.
Contoh : 
       Pada keluarga suku Jawa atau suku Sunda, seorang anak yang menerima sesuatu pemberian dari orang tua atau kerabat keluarga, harus menerima dengan menggunakan tangan kanan.Bila anak menerima dengan tangan kiri, pemberian itu ditarik surut,dan baru setelah anak menerima dengan tangan kanan pemberian itu benar – benar diberikan.Tindakan semacam ini merupakan suatu proses mendidik dan membentuk kepribadian dengan penuh kesadaran dan berencana.Secara bertahap anak –anak juga diajari dan diberi pengertian mendasar,bagaimana harus bersopan santun,bertingkah laku,serta bertutur kata yang baik dan tepat terhadap teman – teman sebaya,orang tua,dan kepada mereka yang patut dihoprmati. Apabila terjadi penyimpangan – penyimpangan yang telah digariskan, orang tua akan langsung menegur dan spontan memberitahukan anaknya bahwa hal –hal yang menyimpang dari tata cara yang telah digariskan adalah tidak benar dan kurang sopan.
Menurut para ahli antropologi,melihat keluarga merupakan suatu kesatuan sosial terkecil yang dimiliki oleh manusia yang bersifat sosial.[7] Pendapat ini didasarkan atas kenyataan bahwa sebuah keluarga adalah suatu kesatuan berupa kekerabatan yang juga merupakan sebuah tempat tinggal yang ditandai oleh adanya kerja sama ekonomi,dan mempunyai fungsi untuk berkembang biak, mensosialisasikan atau mendidik anak serta merawat keluarganya sendiri terutama kepada kedua orang tua.[8]
      Sebuah keluarga terdiri dari atas seorang laki – laki dan seorang perempuan,serta ditambah dengan anak – anak mereka yang biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama.Satu kesatuan kelompok dalam sebuah antropologi tersebut dinamakan sebagai keluarga inti.Suatu keluarga tersebut pada hakekatnya terbentuk oleh adanya suatu hubungan perkawinan yang sah,tetapi tidak selamanya keluarga inti terwujud hanya karena telah disahkan oleh suatu peraturan perkawinan. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali dikalangan masyarakat  yang   sudah  berkeluarga tanpa  menikah  seperti  halnya berhubungan tanpa restu kedua orang tua, berhubungan sebelum dihalal atau biasanya disebut dengan kawin kerbau (kumpul kebo).[9]
      Secara garis besar,tidak selamanya keluarga itu bisa lengkap.Dalam dunia nyata,banyak masyarakat yang memiliki keluarga yang kurang lengkap baik itu tidak ada suami atau bisa jadi juga tidak ada seorang istri.Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang paling utama ialah faktor ekonomi.Misalnya,di daerah Kabupaten Tasikmalaya,Jawa Barat,sebagian besar suami telah meninggalkan anak dan istri mereka didesa untuk jangka waktu yang cukup lama ialah untuk bekerja di kota Jakarta dan ditempat – tempat lain yang menghasilkan pendapatan lebih besar dari pada mereka yang harus tetap tinggal didesanya.Namun, menurut Suparlan bahwasanya terdapat juga suami – suami yang meninggalkan anak istri mereka pergi ke Negara lain untuk bekerja seperti halnya orang – orang Turki yang dalam jumlah besar bekerja sebagai buruh kasar di Eropa Barat,kususnya di Jerman Barat dan Negara Belanda.Akan tetapi, ada juga di daerah lain yang memiliki keluarga lebih seperti memiliki istri lebih dari 1,keluarga semacam ini biasanya disebut dengan perkawinan poligami.Poligami adalah suatu perkawinan yang pasangan – pasangannya terdiri atas satu orang suami dan dua orang istri atau lebih atau bisa juga dikatakan dengan sebutan poligini.Sedangkan perkawinan yang pasangan – pasangan terdiri atas seorang istri dengan dua orang suami atau lebih dinamakan poliandri.Pola perkawinan semacam ini umumnya sudah berlaku di Indonesia.[10]
       Suatu keluarga inti dapat juga menjadi suatu keluarga luas dengan danya tambahan dari sejumlah orang lain,baik yang sekerabat maupun yang tidak sekerabat,yang secara bersama – sama hidup dalam satu rumah tangga dengan keluarga inti.Kerabat sendiri memiliki arti yakni oarang yang dianggap atau digolongkan sebagai mempunyai hubungan keturunan atau darah dengan keluarga inti.






MASYARAKAT
C.                   Manusia  Sebagai  Masyarakat
1.      Pengertian  Masyarakat
      Dalam bahasa inggris,masyarakat disebut juga society yang artinya kawan. Sedangkan kata masyarakat berasal dari kata bahasa arab yaitu syirk yang artinya bergaul. Adanya saling bergaul tentu ada bentuk – bentuk aturan hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan saja , melainkan unsur – unsur lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.[11]
        Manusia mulai dari lahir sebagai anggota masyarakat mereka bergaul dan berinteraksi,karena mereka mempunyai nilai-nilai norma. Dengan demikian  bahwa  kehidupan  masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang disekitar dan demikian pula mengalami pengaruh orang lain. Interkasi sosial sangat utama dalam masyarakat,dengan demikian dapat dikemukakan bahwa masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia.
        Ralph Linton menyatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebgai kesatuan sesuai dengan batas yang dirumuskan dengan jelas. Sedangkan menurut Selo sumardjan menyatakan bahwa masyrakat ialah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.[12]
    Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia yaitu :
A.  Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
B.  Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
C.  Menurut Emile Durkheim masyarakat adalah suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.[13]
D.  Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat adalah  kumpulan  manusia  yang relatif mandiri, hidup bersama - sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok  atau kumpulan manusia tertentu.
E.   Menurut Emile Durkheim
Usaha untuk mengembangkan konsep masyarakat ternyata tidak menghasilkan suatu rumusan yang seragam. Satu aspek yang tampak disepakati bersama adalah masyarakat yang menyangkut setiap kelompok manusia yang hidup bersama. Maka dalam usaha menyamakan pandangan tentang masyarakat ini yang paling penting adalah memberikan butir-butir dan unsur-unsur yang ada dalam masyarakat itu sendiri.
2.      Unsur-unsur dalam masyarakat sebagai berikut :
A.  Manusia yang hidup bersama
B.  Bercampur atau bersama-sama untuk waktu yg cukup lama
C.  Menyadari bahwa mereka merupakan satu kesatuan
D.  Mematuhi terhadap norma-norma atau peraturan-peraturan yang menjadi kesepakatan bersama
E.   Menyadari bahwa mereka bersam-sama diikat oleh perasaan diantara para anggota yang satu dengan yang lainnya.
F.   Menghasilkan suatu kebudayaan tertentu
       Demikianlah akhirnya bahwa masyarakat mengandung pengertian yang sangat luas dan dapat meliputi seluruh umat manusia. Masyarakat terdiri atas berbagai kelompok besar maupun kecil tergantung  dalam  jumlah  anggotanya. Dua orang atau lebih dapat merupakan kelompok. Dalam pengelompokan sering dibedakan kelompok primer dan kelompok sekunder. Dilihat dari fungsinya ada klompok orang dalam (in-group) dan rang luar (out-group). Semua jenis kelompok diatas hidup dan berkembang ditengah-tengah masyarakat.
       Menurut  Soewaryo  Wangsanegara (1986 : 33), masyarakat berdasarkan perkembangan dan pertumbuhannya dapat digolongkan menjadi Masyarakat sederhana (primitif). Pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin yang  didasari atas perbedaan  kemampuan fisik berupa Masyarakat maju.[14] Kelompok organisasi kemasyarakatan tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan yang akan dicapai. Masyarakat maju terdiri:
1.    Masyarakat non industri
a.    Kelompok Primer, interaksi antar anggota terjalin intensif karena para anggota sering berdialog "face to face group".Sifat interaksi bercorak kekeluargaaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja tidak secara tegas. Contoh keluarga, RT, kelompok belajar dan kelompok agama.
b.    Kelompok sekunder, Terdapat interaksi tak langsung, formal dan kurang bersifat kekeluargaan. Pembagian kerja diatur atas pertimbangan rasional objektif dan atas kemampuan masing - masing. Contoh organisasi parta politik dan organisasi profesi.
2.   Masyarakat Industri
    Jika pembagian kerja bertambah komplek, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara  kelompok yang telah  mengenal  pengkhususan  yakni kepandaian atau keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri sampai batas tertentu.
    Sedangkan Menurut J.L Gilin mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar,mempunyai kebiasaan seperti kebiasaan, tradisi,sikap,dan perasaan persatuan yang sama.
  Adapun unsur dari masyarakat ialah :
a.    Harus ada kelompok manusia
b.    Telah berjalan dalam waktu yang lama dan bertempat tinggal dalam daerah tertentu
c.    Adanya aturan undang-undang yang mengatur mereka untuk maju bersama kepada satu cita-cita yang sama.
3.    Bentuk – bentuk masyarakat diantaranya :
A.  Masyarakat Paguyuban (gessel schaft).
    PJ Bourman menjelaskan masyarakat paguyuban adalah suatu persekutuan mnusia yang disertai perasaan setia kawan dari hati ke hati dan keadaan kolektif yang besar, sehingga perpisahan dalam kelompok ini sangat tidak disenangi.
Ciri-cirinya :
a.    Pola berkorban demi kebersamaan
b.    Pemenuhan hak tidak selamanya dikaitkan   dengan kewajiban.
c.    Solidaritas yang tinggi.


B.   Masyarakat patembangan (gesel schaft)
PJ. Bourman mengibaratkan seperti tumpukan pasir yang tiap-tiap butirnya dapat terpisah dari yang lain. Keterikatan antara satu dengan yang lain hanya dalam satu tujuan sehingga sifat keakurannya masih sangat menonjol. Adapun ciri-cirinya :
a.    Pemenuhan hak selalu dikaitkan dengan kewajiban.
b.   Solidaritas tidak terlalu kuat.

4.    Tingkatan - tingkatan masyarakat diantaranya :
A.   Masyarakat Tradisional.
Masyarakat  tradisonal sebagai  bentuk dari kehdupan bersama, mempunyai keterkaitan  hidup  bersama   yang  sangat  erat dengan  lingkungan  hidupnya,  mereka sangat bergantung pada manusia dan alam dengan mata  pencaharian  yang berpusat pada petanian dan nelayan dalam memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan  mereka bergantung  pada  alam karena  kesederhanaan  teknologi  yang mereka miliki. Modal yang paling menonjol adalah pemilk tanah    sehingga  banyak  tuan - tuan tanah pada   masyarakat  tradisional  dan  melahirkan elit masyarakat yang feudal  dengan kepemimpinan otokritas. Selain itu, kebersamaan  antara  mereka   juga  sangat kuat dalam  membentuk  persaudaraan.
B.  Masyarakat modern
Adalah pola perkembangan dari masyarakat tadisional yang telah mengalami kemajuan dala berbagai aspek kehidupan,kalau pada masyarakat tradisisonal dikenal sebagai zaman agraris lain halnya dengan masyarakat modern, zaman ini lebih dikenal dengan zaman industrialis karena segala usaha dan kebutuhan manusia lebih memadukan antara sumber daya alam dengan sumber daya manusia dengan menggunakan teknologi disamping itu terciptanya berbagai industri diberbagai belahan dunia dengan operator profesional, sehingga menghasilkan barang yang lebih berkualitas.
5.    Faktor – faktor  dalam  masyarakat  diantaranya:
a.    Beranggotakan minimal 2 orang.
b.   Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
c.    Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang  menghasilkan manusia baru yang saling berkomuniksi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
d.   Menjadi sistem hidup bersama yang  menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
Berikut  ciri – ciri masyarakat  yang  baik menurut Marion Levy diperlukan 4 kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan sebagai masyarakat yaitu :
a.     Ada sistem tindakan utama.
b.    Saling setia pada sistem tindakan utama.
c.    Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
d.   Sebagian atau seluruh anggota baru didapat dari kelahiran atau reproduksi manusia.
6.    Tugas manusia sebagai masyarakat yaitu :
a.    Saling tolong menolong dan membantu dalam kebajikan.
b.   Ikut meringankan beban kesengsaraan orang lain.
c.    Menjaga dan memelihara keamanan, ketentraman, serta ketertiban lingkungan masyarakat.
d.   Menghindari perkataan dan tindakan yang meyakitkan orang lain sehingga tercipta ketergantungan  yang  menguntungkan.
7. Tafsir Al-Qur’an mengenai manusia sebagai makhluk sosial dikalangan lingkungan masyarakat tertera dalam Al-Qur’an  dalam surat At-Taubah ayat 71:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ-٧١-
Artinya:
   Dan orang - orang mukmin laki - laki dan orang-orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi para penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah perbuatan  yang munkar, melaksanakan shalat secara berkesinambungan, menunaikan  zakat, dan  mereka taat  kepada  Allah serta Rasul-Nya. Mereka itu  akan  dirahmati  Allah.  Sesungguhnya, Allah  Maha  Perkasa lagi  Maha  Bijaksana {71}.[15]


DAFTAR PUSTAKA
Suhada,Idad dkk, Ilmu Sosial Dasar,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2016),60
Suhada,Idad dkk, Ilmu Sosial Dasar,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2016),61
Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),92
Suhada, Idad dkk, Ilmu Sosial Dasar,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2016), 38
Arnicum aziz dan Hartono, MKDU: Ilmu Sosial Dasar,(Jakarta: PT.Bumi Aksara, Cet.VII.2008),79
Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar ,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),94
Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar ,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),95
Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar ,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),97
Tasmuji dkk, IlmuAlamiahDasar, IlmuSosialDasar dan Ilmu Budaya Dasar,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),98
Tasmuji dkk, Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar, Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),99
Arnicum aziz dan Hartono,Ilmu Sosial Dasar,(Jakarta:Bumi Aksara,1993),63
Ahmadi,Abu,IlmuSosialDasar,(Semarang:Rineka Cipta,1990), 96
Munandar,Soelaeman,Ilmu Sosial Dasar,(Jakarta:Refika Aditama,2006)
Semarang,”Perkembangan Individu”http://www.researchgate.net/publication/323028558diaksesbulan:November 2013.
Jakarta,”SuratAt-Taubah”https://www.dusturuna.com/quran/71 diaksesbulan:Juni 2018.






[1] Idad Suhada dkk, Ilmu Sosial Dasar,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2016), 60
[2] Idad Suhada dkk, Ilmu Sosial Dasar,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2016), 61

[3] Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),92
[4] Idad Suhada dkk, Ilmu Sosial Dasar,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2016), 38

[5] Semarang,”Perkembangan Individu”http://www.researchgate.net/publication/323028558diaksesbulan:November 2013.
[6] Hartono dan Arnicum aziz, MKDU: Ilmu Sosial Dasar,(Jakarta: PT.Bumi Aksara, Cet.VII.2008),79
[7] Soelaeman Munandar,Ilmu Sosial Dasar,(Jakarta:Refika Aditama,2006)

[8] Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),94
[9] Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),95
[10] Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar,(Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),97
[11] Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar, (Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),98
[12] Tasmuji dkk,Ilmu Alamiah Dasar,Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar, Surabaya: MKD UIN Sunan Ampel,2019),99
[13] Hartonodan Arnicun Aziz,Ilmu Sosial Dasar,(Jakarta:Bumi Aksara,1993), 63
[14]AbuAhmadi,IlmuSosialDasar,(Semarang:RinekaCipta,1990),96
[15]Jakarta,”SuratAt-Taubah“https://www.dusturuna.com/quran/71    diaksesbulan:Juni 2018.